Sabtu, 21 Januari 2012

Dermaga di Langit Merah

Dermaga di Langit Merah

Nusantara ini
perempuan tak beribu
4.jpgIa bagaikan jelmaan Cleopatra,
pancarkan alam surga
Dalam dekap pengap harap
hembusan angin  renyah menyapa
Langit memanas ketika perahu dan kapal
tua menanti malam gelap
Ia menunjuk jaring tak perkasa
yang enggan tertawa
3.jpgJuga sawah biru penuh hantu
di horisontal sana

Ia mulai bertanya :
mengapa kau kelabu
Berteriak dayung penyu
Dan kau hanya menggonggong
bersahutan tanpa irama
Karena angin hilang ditepian,
karena gelombang bertabrakkan.


Kini kau masih disini
Di bawah mentari cerah,
di tepian langit merah
Kau terlelap dalam
genderang pesta kerja tak berkerah
Ia menyentak ke dalam
2.jpgMengetuk cahaya di atas gelap
Kapan kemudi kau putar?
Kapan jala daan pancing ditebar?
Kapan penantian hati akan terbayar?

Jawablah sayang!
Karena kita harus bergegas pergi
Karena malam akan berganti pagi
Karena waktu tak pernah menanti
Atau kau akan mati
Di tepi surga ini.

Karya : Ni ketut Nugrahaningari (Ari Tayori)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar